Loading
Nullam dignissim, ante scelerisque the is euismod fermentum odio sem semper the is erat, a feugiat leo urna eget eros. Duis Aenean a imperdiet risus.
Bogor, 2 November 2024 – Liga Bola 2026 Bogor kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan penerapan sistem penilaian Fair Play dan teknologi VAR Mini dalam kompetisinya. Ini menjadikan liga amatir Bogor sebagai pelopor dalam penerapan standar profesional di level grassroot se-Indonesia.
Dalam konferensi pers di Kantor Dispora Kota Bogor, panitia memperkenalkan dua sistem terobosan:
Pelatih Persikabo Young Force, Dedi Kusnadi, menyambut baik inovasi ini:
"Ini langkah berani. Di liga amatir, emosi sering tak terkendali. Sistem Fair Play akan mendisiplinkan pemain dan ofisial kami. VAR Mini? Kami dukung selama konsisten."
Namun, beberapa pelatih menyatakan kekhawatiran tentang adaptasi. "Pemain kami belum terbiasa. Butuh sosialisasi intensif," ujar pelatih Bojonggede United, Roni Fadilah.
Untuk mendukung sistem baru ini, Liga Bola 2026 Bogor akan menggelar "Workshop Teknologi dan Sportivitas" bagi seluruh wasit dan ofisial pertandingan pada Januari 2025. Workshop ini akan dibimbing langsung oleh mantan wasit PSSI, Trisno Utomo.
"Kami ingin membuktikan bahwa sepakbola amatir bisa profesional dalam penyelenggaraan. Ini investasi untuk masa depan," tegas Arief Setiawan, Ketua Panitia.
Inovasi ini ternyata menarik minat lebih banyak klub. Hingga hari ini, jumlah peserta resmi telah bertambah menjadi 20 tim, melebihi target awal 16 tim. Empat tim baru yang bergabung adalah:
"Kami tertarik dengan profesionalisme panitia. Ini bukan liga biasa," kata manajer Sentul City Academy, Rangga Pratama.
Menariknya, dua startup teknologi lokal Bogor telah resmi menjadi sponsor:
"Kolaborasi olahraga dan teknologi adalah masa depan. Kami bangga mendukung," ujar CEO TechBogor, Farhan Arifin.
Dengan 20 tim peserta, format kompetisi disesuaikan:
Dengan berbagai terobosan ini, Liga Bola 2026 Bogor tidak hanya berambisi menjadi liga amatir terbaik di Jawa Barat, tetapi juga menjadi role model pengembangan sepakbola grassroot nasional.
"Kami sedang berdiskusi dengan Kemenpora untuk menjadikan liga kami sebagai pilot project sistem Fair Play nasional," ungkap Maya Puspita, Sekretaris Panitia.
Kompetisi yang dijadwalkan dimulai Maret 2025 ini semakin menunjukkan bahwa Bogor serius dalam membangun sepakbola dari akar rumput dengan pendekatan profesional dan inovatif.
Fakta Cepat:
#LigaBola2026Bogor #FairPlayFirst #VARForGrassroot